Kegiatan Memperingati Hari Santri Nasional
π
22 Oct 2026, 07:00 WIB
βοΈ Oleh: Administrator SD NEGERI 1 PELEYAN KAPONGAN
ποΈ 29x dibaca
Kamis pagi, 22 Oktober 2026, suasana di SDN 1 Peleyan, Kecamatan Kapongan, terasa sangat berbeda dan religius. Halaman sekolah yang biasanya dipenuhi warna merah-putih, hari itu berubah menjadi lautan sarung, baju koko, dan mukena putih. Seluruh warga sekolah berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Para siswa laki-laki tampak rapi mengenakan baju koko, bersarung, dan berpeci hitam. Sementara itu, para siswi dan guru perempuan tampil anggun dengan busana muslimah serba putih. Sentuhan busana khas santri ini membawa atmosfer pesantren yang kental ke dalam lingkungan sekolah, memancarkan aura kedamaian dan semangat religius sejak pagi hari.
Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Setelah pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya berlangsung dengan lancar, gema lagu Yalal Waton dan Mars Hari Santri membahana di langit Peleyan. Suara lantang para siswa menyanyikan lagu
tersebut seolah membakar semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang berakar dari nilai-nilai agama.
Suasana menjadi hening ketika Kepala Sekolah SDN 1 Peleyan, Hj. Sri Rahayu, S.Pd., selaku pembina upacara melangkah menuju podium untuk menyampaikan amanatnya.
Dalam sambutannya, Hj. Sri Rahayu, S.Pd. menekankan pentingnya meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa esensi menjadi "santri" di era modern bukan hanya bagi mereka yang tinggal di pondok pesantren, tetapi bagi siapa saja yang memiliki akhlak mulia dan semangat menuntut ilmu.
"Anak-anakku yang Ibu sayangi," tutur Hj. Sri Rahayu, S.Pd. dengan penuh kelembutan dan wibawa. "Hari Santri ini adalah momentum bagi kita semua di SDN 1 Peleyan untuk memperkuat karakter. Menjadi santri berarti menjadi pribadi yang jujur, menghormati guru, menyayangi teman, dan disiplin dalam belajar. Ibu berharap, nilai-nilai pesantrenβseperti kemandirian, kesederhanaan, dan asor luhurβbisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah."
Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan ilmu sebagai pelita hidup dan benteng diri dari pengaruh-pengaruh negatif di era digital ini. Sambutan hangat tersebut ditutup dengan pekikan "Hari Santri Nasional! Santri Sehat, Indonesia Kuat!" yang disambut seruan kompak oleh seluruh peserta upacara.
Rangkaian upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa bersama dan istigasah pendek untuk keselamatan bangsa, kemajuan sekolah, serta keberkahan bagi seluruh guru dan siswa. Acara diakhiri dengan mushafahah (bersalaman) antara siswa dan para guru, mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di keluarga besar SDN 1 Peleyan Kapongan.
Tag:
#Upacara